Tips untuk Bunda: Panduan Lengkap Cara Melancarkan ASI

Air Susu Ibu atau ASI merupakan salah satu elemen penting dalam tumbuh kembang bayi, terutama untuk bayi yang baru lahir. ASI memiliki hampir semua nutrisi yang dibutuhkan mulai dari protein, vitamin, dan lemak. Selain memberikan nutrisi yang dibutuhkan, aktifitas menyusui juga dapat mempererat hubungan ibu dan bayi secara emosional.

Namun tidak jarang ada ibu-ibu yang menemui kesulitan saat menyusui. Salah satu problema itu adalah ASI yang tidak lancar. Banyak hal yang dapat mempengaruhi volume ASI dan kelancaran proses menyusui. Sebelum buru-buru menyerah dan mengganti ASI dengan formula, ada baiknya mengenali penyebab kurang lancarnya ASI dan bagaimana cara melancarkan asi.

Penyebab ASI tidak lancar

cara melancarkan asi

Ada banyak faktor yang menyebabkan ASI susah keluar atau ASI cuma sedikit. Namun secara umum, penyebab ASI tidak lancar dapat dikategorikan dalam 2 hal, yaitu faktor kondisi ibu, dan kondisi bayi itu sendiri.

Faktor kondisi ibu

Kesehatan ibu, baik secara fisik dan mental, juga sangat penting untuk kelancaran proses menyusui. Kondisi ibu yang dapat menjadi penyebab ASI tidak lancar, antara lain:

  1. Diet tidak sehat setelah melahirkan, yang biasanya dilakukakn ibu untuk segera menurunkan berat badan.
  2. Penggunaan pil KB dan suntuk KB, atau hamil lagi.
  3. Stress atau depresi pasca melahirkan (post-natal depression). Kondisi pikiran yang tertekan dapat menurunkan
  4. Kondisi badan yang terlalu gemuk atau terlalu kurus.
  5. Ada riwayat operasi payudara atau anatomi payudara yang tidak normal.
  6. Penyakit khusus seperti gangguan tiroid atau infeksi.
  7. Merokok atau konsumsi minuman beralkohol.
  8. Kondisi tertentu seperti placenta yang tertinggal di rahim atau pendarahan pasca melahirkan.

Faktor kondisi bayi

Kondisi bayi juga optimal agar si kecil dapat menyusui dengan lancar. Bayi yang reseptif terhadap proses menyusui secara langsung dapat meningkatkan kelancaran ASI.  Ada saat-saat dimana bayi menolak menyusu, misalnya ketika kelelahan, rewel, atau sedang tumbuh gigi. Ketika hal ini terjadi, frekuensi menyusu akan berkurang yang selanjutnya akan mengurangi produksi ASI.

Meskipun tergolong jarang, bibir sumbing juga dapat menyebabkan aktifitas menyusui terhambat. Begitu juga dengan kelainan lidah dan mulut bayi lainnya.

Cara menyusui juga berpengaruh pada kelancaran ASI

Banyak ibu yang tidak menyadari bahwa cara menyusui dapat berpengaruh pada lancarnya ASI. Jika ibu jarang menyusui si bayi, hal ini dapat menyebabkan ASI beradaptasi dengan mengurangi jumlah volume yang dihasilkan. Penggunaan susu formula juga berakibat pada turunnya frekuensi menyusui, sehingga tubuh terpaksa harus mengurangi laktasi.

Posisi mulut bayi pada saat menyusui juga harus sempurna agar ASI keluar dengan lancar. mulut bayi harus melekat sempurna agar memberikan stimulasi yang dibutuhkan payudara untuk memompa ASI.

Cara melancarkan asi dan tips mudah mengatasi permasalahan ASI

Untuk melancarkan ASI, metode yang digunakan berbeda-beda tergantung penyebabnya. Namun secara umum, berikut ini cara mengatasi ASI tidak lancar yang bisa dengan mudah diterapkan oleh ibu.

  1. Hindari diet ketat

Setelah melahirkan, mungkin banyak ibu yang tidak sabar untuk segera menurunkan berat badan. Namun jika ibu membatasi asupan nutrisi untuk dirinya dengan diet ketat, maka hal ini dapat menurunkan produksi dan bahkan kualitas ASI.

Istilah “makan untuk dua tubuh” tidak hanya berhenti setelah melahirkan, namun juga berlanjut setidaknya 6 bulan pasca persalinan, yang dikenal sebagi masa ekslusif menyusui.

  1. Buat si bayi nyaman ketika menyusui.

Perhatikan kondisi bayi saat menyusui. Jika bayi lelah atau bosan, ibu bisa melakukan pindah posisi dari payudara kanan ke kiri, atau sebaliknya. Lakukan hal ini setidaknya dua kali dalam satu sesi menyusui. Perhatikan juga kondisi popok si kecil. Popok yang basah dapat membuat bayi tidak nyaman dan rewel.

  1. Menyusui secara rutin.

Walaupun volume ASI kecil, ibu disarankan untuk tetap menyusui secara rutin. Hal ini akan menstimulasi produksi ASI sehingga lebih lancar. Walaupun bayi Anda sering terlelap terutama di malam hari, tetap bangunkan si kecil untuk menyusu setiap 4 jam sekali.

  1. Pompa ASI secara rutin.

Ibu disarankan menggunakan pompa ASI untuk mengosongkan payudara, baik setelah atau ketika menyusui menyusui. Metode ini juga berguna ketika si kecil rewel dan enggan menyusu.

  1. Usahakan untuk tidak menggunakan makanan pendamping ASI serta susu formula.

Tetaplah menyusu walaupun ASI tidak lancar. Hindari makanan pendamping ASI, susu formula, atau air terutama jika bayi berusia dibawah 6 bulan. Untuk bayi di atas 6 bulan, kurangi makanan padat. Tetap menyusu dapat menstimulasi kembali produksi ASI yang bermasalah sebelumnya.

  1. Merawat kesehatan fisik dan mental ibu.

Ketika repot mengurus bayi, banyak ibu yang melalaikan kondisi diri sendiri. Istirahatlah yang cukup ketika sedang tidak menyusui, banyak minum air, dan selalu mengonsumsi makanan sehat.

  1. Mempertimbangkan penggunakan suplemen ASI.

Jika tidak ada perubahan signifikan, ibu bisa mempertimbangkan suplemen tambahan untuk menambah produksi ASI. Banyak obat pelancar ASI (ASI booster) yang banyak beredar di pasaran. Sebelum mengkonsumsi, ada baiknya untuk berkonsultasi ke ahli laktasi terlebih dahulu.

List lengkap obat pelancar ASI yang mudah ditemui di pasaran.

Ada banyak pilihan ASI booster dengan berbagai macam bentuk, mulai dari minuman serbuk hingga tablet. Berikut ini adalah obat pelancar ASI populer yang tergolong aman. Produk-produk ini dapat dengan mudah ditemui di apotek atau dijual secara online.

  1. Asifit. Salah satu pilihan populer ibu, Asifit mengandung ekstrak daun katuk dan vitamin Bi, B2, B6, dan B12. Asifit berbentuk tablet sehingga mudah untuk dikonsumsi.
  2. Moloco B12. Terbilang lebih “keras” jika dibandingkan dengan obat lainnya, Moloco B12 terdiri dari ekstrak placenta dan vitamin B12. ASI booster ini juga berbentuk tablet.
  3. Lactamam. Juga berbentuk tablet, Lactamam mengandung ekstra daun katuk, ekstrak biji fenugreek, serta vitamin B12.
  4. Milmor NF. Milmor hampir sama dengan Lactamam, terdiri dari ekstra biji fenugreek dan daun katuk.
  5. Herbs of Gold. Merupakan suplemen ASI berbentuk bubuk. Herbs of Gold menggunakan ekstrak gingseng, oats, zinc, serta selenium sebagai bahan utamanya.
  6. ASI Booster Tea. Teh pelancar ASI ini merupakan kombinasi dari biji fenugreek, biji fennel, anise (adas), dan jinten hitam habatussauda.
  7. Teh ASI. Berbentuk teh, komponen unggulan Teh ASI adalah photoanethole, sebuah senyawa yang dapat meningkatkan hormon estrogen.
  8. Hydromamma. Hydromamma merupakan suplemen bubuk yang mengandung nutrisi penting ASI seperti magnesium, potassium, vitamin C, dan asam folat.
  9. Unisoy. Merupakan susu kedelai organik tanoa pemanis buatan, pewarna, dan pengawet sebagai. Unisoy cocok dikonsumsi bagi ibu yang tidak toleran terhadap susu sapi.

Apa sih kelebihan dan kekurangan obat pelancar ASI?

Sebelum mempertimbangkan untuk menggunakan obat pelancar ASI, cek dulu kelebihan dan kekurangan ASI booster berikut ini.

Kelebihan:

  • Mudah didapat. Suplemen ASI dapat dengan mudah ditemukan di apotek terdekat. Bahkan ibu juga bisa membelinya secara online.
  • Harga cenderung murah. Harga pelancar ASI bervariasi mulai dari yang terjangkau hingga mahal. Namun cukup banyak juga pilihan ASI booster terjangkau semisal Asifit dan Hydromama, yang harganya bekisar antara Rp. 50,000 – Rp. 60,000.
  • Simpel dan mudah dikonsumsi. Bentuk ASI booster yang berupa tablet dan bubuk tidak banyak memakan waktu untuk dikonsumsi.
  • Beberapa obat pelancar ASI menyediakan suplemen dari bahan yang susah didapat di Indonesia, misalnya fenugreek.

Kekurangan:

  • Obat pelancar ASI belum tentu efektif. Belum banyak penelitian ilmiah mengenai keefektifan obat pelancar ASI. Apalagi kebutuhan dan kondisi hormon tiap ibu berbeda. Boleh-boleh saja mengkonsumsi obat pelancar ASI, asal ibu benar-benar mengerti zat atau nutrisi mana yang dibutuhkan oleh tubuh.
  • Resiko alergi. Beberapa orang memiliki respon negatif terhadap bahan-bahan yang terkandung dalam obat pelancar ASI. Misalnya, untuk ibu yang alergi kacang-kacangan, hindari ASI booster yang mengandung almond atau kedelai.
  • Harga bisa menguras kantong. Beberapa produk pelancar ASI bisa membanderol harga sampai ratusan ribu perbotol.

Bahan-bahan alami untuk memperlancar ASI

  1. Daun katuk.

Daun katuk merupakan andalan ibu-ibu Indonesia sejak jaman dahulu. Termasuk salah satu sayuran pelancar ASI tradisional, daun katuk mengandung vitamin A, vitamin B, kalsium, protein, serta lemak.

  1. Bayam.

Beberapa studi mengaitkan kurangnya zat besi dengan volume ASI yang rendah. Oleh karena itu, bayam yang mengandung zat besi tinggi sangat disarankan untuk ibu menyusui.

  1. Fenugreek.

Studi membuktikan bahwa fenugreek dapat meningkatkan suplai ASI bahkan sejak 24-72 jam mulai konsumsi. Fenugreek adalah galaktagog (obat pelancar ASI) yang paling sering direkomendasikan ahli laktasi.

  1. Chia seed.

Chia seed memiliki kandungan serat tinggi yang dapat memicu metabolisme dan peningkatan ASI. Selain itu, chia seed mengandung protein, lemak sehat, dan omega-3 yang baik untuk kesehatan ibu.

  1. Flaxseed.

Flaxseed mengandung lignans, sebuah phytoestrogens yang mirip dengan hormon estrogen pada manusia.

  1. Kacang-kacangan.

Contoh kacang-kacangan yang dapat memacu produksi ASI antara lain kacang mete dan kacang almond.

  1. Daun kelor.

Selain daun katuk, daun kelor juga merupakan bahan tradisional yang dipercaya untuk menambah suplai ASI.

  1. Oats.

Diet gandum dapat meningkatkan produksi ASI karena banyaknya nutrisi yang terdapat dalam bahan ini, seperti kalsium, serat, dan zat besi.

  1. Pepaya muda.

Pepaya muda dapat memacu produksi hormon oksitosin yang dibutuhkan untuk memperlancar ASI.

  1. Sayur dan buah pelancar ASI lainnya.

Buah dan sayur yang dapat membantu produksi ASI umumnya adalah buah-buahan yang mengandung beta karoten, misalnya wortel, ubi, pepaya, labu siam, dan semangka.

Rekomendasi resep lezat dan mudah untuk meningkatkan produksi ASI.

Menyiapkan makanan penunjang produksi ASI tidak perlu persiapan yang ribet. Ikuti rekomendasi berikut untuk membuat makanan pelancar ASI yang tidak hanya bernutrisi, namun juga lezat dinikmati.

– Overnight oats

Anda bahkan tidak perlu skill memasak yang mumpuni untuk membuat overnight oats. Cukup campurkan oats, biji-bijian semisal chia seed dan biji fenugreek, buah-buahan, serta kacang-kacangan yang dapat menunjang ASI seperti almond. Ibu bisa kreatif memadu-padankan bahan-bahan sesuai selera. Letakkan overnight oats di lemari pendingin untuk dinikmati keesokan hari.

– Smoothies

Anda bisa mengolah flaxseed, chia seed, dan sayuran seperti bayam menjadi smoothies yang umumnya dinikmati untuk sarapan. Sama dengan  overnight oats, Anda bisa berkreasi sekreatif mungkin untuk membuat smoothies yang paling enak sekaligus padat nutrisi.

– Sayur daun katuk

Cara paling umum untuk memasak daun katuk adalah ditumis, dibuat sayur bening, maupun di goreng menjadi bakwan. Tidak perlu belajar resep baru, namun cukup menggunakan resep tumisan atau sayur kegemaran yang telah dimodifikasi.

– Jus daun katuk.

Jika tidak ada waktu untuk memasak, daun katuk bisa juga dinikmati dengan mengolahnya menjadi jus. Cukup blender daun katuk dan untuk menunjang rasa, Anda bisa menambahkan apel, wortel, dan air perasan lemon.

– Berbagai olahan ubi.

Ubi merupakan umbi-umbian yang mudah diolah. Anda bisa merebusnya, menggoreng, atau membuat kolak ubi. Jika ada oven di rumah, Anda juga bisa memanggang ubi. Untuk ibu yang ingin diet namun tetap sehat, ubi bisa menjadi pengganti nasi.

Nah, setelah berbagai penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa cara agar ASI lancar bergantung pada penyebab dibalik terhambatnya produksi ASI. Setelah menganalisa hal-hal yang menghambat suplai ASI, baru ibu dapat mengaplikasikan penanganan yang tepat.

Jika ada saran atau umpan balik mengenai artikel ini, silakan tinggalkan komentar di kolom diskusi di bawah. Jangan lupa untuk bagikan ilmu ke teman-teman dengan cara like atau share artikel ini di akun social media Anda.

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like