Cara Menghilangkan Bekas Jerawat Dan Dapatkan Kulit Yang Sehat Dan Indah

Memiliki kulit yang indah dan bebas dari masalah adalah dambaan setiap wanita. Namun impian ini sering susah dicapai begitu jerawat menyerang.  Tidak berhenti di situ saja, jerawat juga masih harus dirawat setelah sembuh. Jerawat meninggalkan semacam luka yang sering disebut bekas jerawat.

Bekas jerawat dapat menetap permanen di kulit jika tidak dirawat dengan baik. Efeknya bisa berupa penampilan yang terganggu atau rasa minder dengan kondisi kulit wajah yang kurang mulus. Artikel ini fokus membahas mengenai cara menghilangkan bekas jerawat dengan berbagai jenis treatment atau perawatan yang bisa dilakukan.

Mengenal Hiperpigmentasi, bercak hitam pasca jerawat

cara menghilangkan bekas jerawat

Post-inflammatory hyperpigmentation (Hiperpigmentasi pasca inflamasi) atau PIH merupakan tipe bekas luka yang paling sering dialami oleh penderita jerawat. Tipe ini merupakan bekas luka yang mengering dan menghitam setelah jerawat sembuh. Bekas luka ini diakibatkan oleh jerawat ringan seperti jerawat akibat komedo blackheads maupun whitehead.

PIH juga bisa diakibatkan oleh jerawat kistik yang dipencet sebelum mengering. Oleh karena itu, usahakan untuk tidak memegang apalagi memencet jerawat agar tidak semakin memperparah inflamasi.

PIH bisa sembuh dengan sendirinya seiring dengan waktu, namun banyak penderita yang ingin segera menghilangkan bekas ini karena alasan penampilan. Oleh karena itu, penyembuhan PIH fokus terhadap mempercepat proses pengelupasan kulit agar segera kembali ke warna aslinya.

Jerawat meninggalkan “lubang” di muka? Mengenal bekas luka atrofi

Bekas luka atrofi adalah tipe bekas jerawat lain yang bisa muncul pasca jerawat. Biasanya, atrofi disebabkan oleh  jerawat kistik parah yang meninggalkan luka seperti cekungan atau lubang di kulit. Ada tiga macam jenis luka atrofi. Yang pertama adalah luka berbentuk Ice pick dimana cekungan cenderung berbentuk kerucut seperi ditusuk oleh jarum es.

Tipe kedua adalah luka boxcar dimana luband luka mendatar di bagian dasar. Tipe terakhir adalah luka bergulir Rolling scars yang menyebabkan kulit terlihat bergelombang secara tekstur.

Secara teknis, fokus penyembuhan bekas jerawat untuk luka atrofi adalah dengan “mengisi” lubang-lubang luka tersebut dengan kulit baru.

Pengobatan bekas jerawat secara topikal

Cara menghilangkan bekas jerawat yang paling umum adalah secara topikal atau dioles di kulit. Cara kerja metode ini adalah dengan pengelupasan kulit (exfoliating) dan peremajaan kulit. Ada dua cara pengelupasan, yaitu secara fisik dengan menggosok lapisan teratas kulit yang kusam. Metode lainnya adalah menggunakan bahan kimia atau chemical exfolient yang diaplikasikan secara topikal.

Kulit manusia secara alami mengalami proses regenerasi secara rutin. Kulit mati akan mengelupas dan diganti oleh sel-sel kulit baru. Cara kerja exfoliant adalah membantu proses pengelupasan ini.

Selain itu, Anda bisa menggunakan produk perawatan kulit yang membantu mempercepat peremajaan kulit, misalnya produk-produk yang meningkatkan produksi kolagen, zat yang penting dibutuhkan oleh kulit untuk regenerasi sel-sel baru.

Perawatan bekas jerawat paling cepat dengan prosedur klinis

Jika Anda menginginkan penanganan yang lebih cepat dan efektif, Anda bisa mempertimbangkan penanganan bekas jerawat menggunakan teknik seperti laser atau microblading. Perawatan dilakukan di klinik kecantikan dan oleh ahli astetik kulit atau dermatologis.

Anda perlu mempersiapkan biaya lebih untuk perawatan di klinik kecantikan. Biayanya memang tidak murah dan biasanya klien akan membutuhkan lebih dari sekali sesi perawatan. Namun metode ini jauh lebih efektif dibandingkan metode topikal, terutama untuk luka jerawat yang cukup dalam.

Contoh perawatan klinik yang bisa Anda dapatkan di dermatologis antara lain:

  1. Laser. Bertujuan untuk menyamarkan flek hitam dan hiperpigmentasi akibat jerawat.
  2. Microneedling. Membuat luka-luka kecil di kulit wajah untuk memicu regenerasi dan produksi kolagen untuk mengurangi parahnya bekas luka, terutama bekas luka atrofi.
  3. Dermal fillers. “Mengisi” lubang bekas luka jerawat dengan zat-zat seperti asam hialuronat atau kalsium hidroksilapatit.
  4. Dermabrasion. Mengikis kulit sekitar bekas jerawat agar lubang luka jerawat menjadi tidak terlalu dalam.

Zat-zat yang paling efektif menghilangkan bekas jerawat

Ada banyak produk perawatan kulit diluar sana yang berfokus pada pemulihan kulit pasca jerawat. Karena banyaknya pilihan, bisa dipastikan konsumen akan bingung memilih produk yang tepat untuk permasalahan mereka.

Baca paduan singkat di bawah ini mengenai bahan-bahan yang paling umum menyusun produk perwatan kulit khusus untuk bekas jerawat. Apa saja bahan – bahan tersebut?

  1. Glycolic acid (asam glikolat).

Glycolic acid atau asam glikolat merupakan salah satu bahan populer di produk yang dipromosikan sebagai exfoliant. Cara kerjanya adalah membantu pengelupasan sel-sel kulit mati serta merangsang pembentukan kolagen.

  1. Salicylic acid.

Salicylic acid atau asam salisilat bekerja berfungsi memicu pengelupasan kulit dengan cara memecah perlekatan sel-sel di lapisan luar kulit. Zat ini juga merupakan komposisi populer di produk-produk yang dipasarkan sebagai exfoliator.

  1. Niacinamide.

Berfungsi mencerahkan kulit dan memudarkan hiperpigmentasi akibat bekas jerawat.

  1. Retinol dan retinoid.

Lebih di kenal sebagai zat anti penuaan dini, Retinol juga bekerja mempercepat siklus regenerasi kulit dan memicu produksi kolagen.

  1. Lactic Acid.

Asam lakstosa atau lactic acid dibuat dari laktosa susu dan juga dikenal sebagai exfoliant yang efektif.

  1. Citric Acid.

Citric acid atau asam sitrat dibuat dari ekstrak buah-buahan citrus. Cara kerjanya adalah dengan menetralkan PH kulit dan menyamarkan tekstur wajah yang tidak rata.

Buat masker sendiri dengan bahan-bahan alami untuk menghilangkan bekas jerawat

Untuk Anda yang berkulit sensitif atau bukan penggemar produk skincare serba bahan kimia buatan, bekas jerawat juga bisa disamarkan dengan bantuan bahan-bahan alami. Buat sendiri masker di rumah yang bebas bahan kimia tambahan. Berikut contoh ramuan masker yang bisa Anda buat:

Baking soda + lemon + Madu

Soda kue adalah exfoliant alami yang dapat membantu mengikis sel-sel kulit mati. Lemon juga mengandung vitamin C untuk mencerahkan kulit dan memudarkan bekas jerawat. Campurkan dengan madu untuk efek melembabkan dan mengurangi iritasi pada kulit.

Kunyit + Madu

Kunyit dipercaya dapat membantu mencerahkan kulit. Artinya, kunyit dapat membantu menyamarkan bekas hitam jerawat. Kunyit juga bersifat anti bakteri yang dapat mencegah jerawat muncul kembali. Untuk membuat masker kunyit, campurkan setengah sendok teh kunyit dengan 1 sendok makan madu.

Cuka apel + Madu

Cuka apel mengandung asam laktat (lactic acid) dan asam amino yang mampu melarutkan kotoran dan sel-sel kulit mati lalu mengangkatnya dari kulit. Untuk membuat masker dari cuka apel, campurkan 2 sendok makan cuka apel dengan 1 sendok makan madu, larutkan dalam 2/3 cangkir air hangat. Oleskan ke wajah dan diamkan selama 15 menit kemudian bilas dengan air.

Lidah buaya + lemon

Lidah buaya mengandung asam salisilat yang dapat membantu menyamarkan noda jerawat. Kandungan aktif lainnya antara lain Vitamin E yang juga berguna untuk menyembuhkan bekas jerawat. Sementara itu, lemon mengandung citric acid untuk pengelupasan sel kulit mati.

Oats + Madu

Seperti baking soda, gandum oats dapat berfungsi sebagai peluruh sel-sel kulit mati di permukaan kulit. Untuk membuat masker oat, campurkan setengah cangkir dengan 2 sendok makan madu. Lalu oleskan sebagai masker ke wajah dan diamkan selama 15 menit sebelum dibilas.

Tips tambahan untuk menghilangkan bekas jerawat

Upaya Anda agar kulit terbabas dari bekas jerawat tidak berhenti disini saja. Simak tips-tips tambahan di bawah ini untuk mempercepat penyembuhan jerawat, yaitu:

Selalu pakai tabir surya

Lindungi kulit dari sinar UV agar hiperpegmentasi akibat jerawat tidak semakin menghitam. Sebelum keluar rumah, jangan lupa memakai sunscreen untuk melindungi kulit Anda.

Kenali tipe kulit sebelum memilih produk kecantikan

Kulit kering dan kulit sensitif dianjurkan untuk berhati-hati memilih produk yang mengandung exfoliant seperti glycolic acid dan salicylic acid. Pilihlah produk yang juga mengandung pelembab agar efek exfoliant tidak terlalu keras di kulit.

Tidak memakai produk perawatan dengan berlebihan

Mungkin Anda tidak sabar untuk segera meraih kulit yang tanpa cela. Namun bukan berarti Anda harus memakai beberapa produk sekaligus secara berlebihan. Efeknya bisa merusak penghalang kulit alami (natural skin barrier) yang dapat menimbulkan banyak masalah kulit kedepannya seperti jerawat dan kulit yang sensitif atau dehidrasi.

Makan makanan bernutrisi

Selain perawatan dari luar, Anda juga perlu menunjang penyembuhan bekas jerawat melalui makanan yang Anda konsumsi sehari-hari. Perbanyak konsumsi makanan kaya vitamin C, vitamin E, dan kurangi makanan olahan yang dapat menyebabkan inflamasi.

Minum air dan istirahat yang cukup

Terakhir, pastikan Anda minum air yang cukup untuk membantu meluruhkan racun dari dalam tubuh dan menjaga kulit agar terhidrasi dengan baik. Kulit yang terhidrasi akan lebih reseptif ke perawatan kulit sehingga proses pemudaran bekas jerawat bisa lebih cepat.

Kunci dari menghilangkan bekas jerawat adalah kesabaran, disamping menentukan perawatan yang paling tepat sesuai tipe kulit. Bergantung dengan preferensi, Anda bisa memilih mulai dari bahan-bahan alami atau prosedur klinis dengan dermatologis yang lebih cepat namun mahal.

Nah, sekarang saatnya take action untuk mulai menghilangkan bekas jerawat dengan cara yang tepat. Jangan lupa bagikan artikel ini ke teman-teman Anda di social media. Semoga impian Anda untuk kulit indah bisa segera tercapai!

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like