Panduan Lengkap Cara Mengobati Asma Dan Menghindari Pemicu Asma

Asma adalah suatu kondisi dimana terjadi peradangan dan penyempitan pada saluran pernapasan. Penderita asma akan mengalami kesusahan bernapas, diikuti dengan batuk atau bersin-bersin. Penyakit ini bersifat jangka panjang dan sampai saat ini, para ahli belum menemukan cara menyembuhkan asma.

Namun Anda tidak perlu khawatir. Dengan perkembangan ilmu kesehatan saat ini, asma adalah penyakit yang relatif mudah ditangani. Selain itu, penderita juga dapat mengontrol agar asma tidak sering kambuh. Artikel ini memberikan informasi-informasi yang perlu diketahui mengenai cara mengobati asma dan bagaimana menghindari pemicu asma, baik secara medis maupun dengan pengobatan alternatif dan gaya hidup sehat.

Mengenali penyebab asma

 

cara mengobati asmaAda beberapa penyebab asma yang berbeda satu sama lain tiap penderita. Yang pertama adalah faktor genetik. Orang tua yang mengidap asma beresiko mewariskan penyakit ini ke anak.

Hipotesis selanjutnya adalah asma dapat diakibatkan oleh kurang tereksposurnya anak terhadap bakteri saat masih dalam masa balita. Akibatnya, sistem imunitas anak tidak berkembang dengan baik dan dia akan lebih rentan menderita asma. Begitu juga dengan orang yang pernah menderita infeksi virus. Infeksi virus menurunkan imunitas dan dapat menyebabkan asma.

Faktor penyebab asma lainnya adalah kontak dengan alergen dan zat-zat penyebab iritasi yang terlalu sering. Selain itu, merokok dan hidup di lingkungan tinggi polusi juga dapat meningkatkan resiko menderita asma.

Gejala asma: Kenali kondisi-kondisi yang muncul ketika asma menyerang

Bagaimana mengenali ciri-ciri penyakit asma? Gejala yang paling umum adalah sesak napas. Sesak ini dapat disertai dengan bersin, batuk, atau mengi (mengeluarkan suara seperti bersiul saat bernapas).

Gejala asma tiap penderita dapat berbeda-beda, bergantung dengan kronisnya penyakit asma yang diderita. Berikut ini list lengkap gejala-gejala asma, yaitu:

  • Sesak napas
  • Napas pendek
  • Batuk ketika tidur di malam hari.
  • Batuk atau sesak napas ketika terlalu gembira, tertawa, atau ketika berolahraga.
  • Rasa sesak di dada.
  • Mudah merasa lelah
  • Mengi, napas yang mengeluarkan suara.
  • Bersin-bersin.

Jika Anda mengalami kondisi-kondisi di atas, masih ada tes yang harus dilakukan untuk benar-benar mendiagnosa asma. Dokter akan melakukan serangkaian tes yang meliputi wawancara riwayat kesehatan Anda dan keluarga, serta tes fisik dan tes pernapasan.

Untuk asma pada anak, dokter akan melewatkan tes dan langsung meresepkan obat. Jika gejala asma berkurang setelah mengonsumsi obat, biasanya anak akan didiagnosa positif.

Obat-obatan asma untuk jangka panjang

Secara umum, cara mengobati asma dibagi menjadi dua kategori berdasarkan prinsip kerjanya. Yang pertama adalah obat pengontrol asma (controller) yang berfungsi untuk meminimalisir resiko kambuhnya asma. Penderita harus rajin mengonsumsi obat-obatan tipe ini secara rutin.

Obat-obatan asma yang termasuk dalam golongan ini, yaitu:

  1. Kortikosteroid. Kortikosteroid dapat diberikan ke pasien baik dalam bentuk obat telan maupun melalu inhaler. Kortikosteroid berfungsi mencegah penyempitan saluran pernapasan. Obat ini juga mampu mengurangi jumlah lendir pada saluran pernapasan.
  2. Agonis beta jangka panjang (Long-acting beta agonists). Cara kerja obat ini adalah dengan merelaksasi otot-otot pada sekitar saluran pernapasan.
  3. Kombinasi. Obat jenis ini menggabungkan kortikosteroid dengan agonis beta. Cara mengaplikasinannya adalah digabungkan dalam satu inhaler.
  4. Biologics. Merupakan obat dalam bentuk injeksi yang diberikan beberapa minggu sekali. Fokus obat ini adalah mengurangi inflamasi yang menyebabkan asma.
  5. Theophylline. Bekerja mirip dengan agonis beta untuk melegakan saluran pernapasan. Namun obat ini diberikan dalam bentuk tablet, sirup, atau pil.

Kenali 3 jenis obat ini untuk serangan asma mendadak

Golongan selanjutnya adalah obat-obatan yang diberikan ketika serangan asma terjadi. Obat ini adalah obat reaksi cepat yang bekerja dengan melegakan saluran pernapasan. Yang termasuk kategori ini antara lain:

  1. Agonis beta reaksi cepat (Short-acting beta agonists). Sama seperti agonis beta jangka panjang, obat ini meredakan serangan asma dengan cara mengendurkan otot-otot saluran pernapasan.
  2. Antikolinergik (Anticholinergics). Obat ini berkhasiat untuk melegakan saluran pernapasan serta menurunkan kadar lendir. Efeknya lebih lambat dibanding agonis beta reaksi cepat.
  3. Kombinasi. Dalam beberapa kasus, dokter juga dapat menggabungkan antikolinergik dengan Agonis beta reaksi cepat.

Mengontrol dan mencegah asma kambuh

Obat-obatan saja tidak cukup untuk mengatasi sakit asma. Cara mengatasi asma asma memerlukan pendekatan lain diluar dari pengobatan medis. Ketika beraktifitas sehari-hari, penderita asma harus mengaplikasikan hal-hal di bawah ini untuk mencegah serangan asma.

  1. Mengenali pemicu asma dan bagaimana cara menghindarinya.
  2. Menghindari polusi dan udara kotor.
  3. Rajin mengonsumsi obat yang dianjurkan dokter.
  4. Rajin kontrol ke dokter.
  5. Kontrol diri dalam situasi yang menyebabkan panik atau stress.
  6. Menjaga berat badan karena obesitas dapat memicu penyempitan saluran pernapasan.
  7. Tidak merokok karena merokok dapat memperparah kondisi asma.
  8. Diet sehat. Inflamasi merupakan salah satu pemicu asma. Salah satu cara mengontrol asma adalah dengan mengkonsumsi makanan anti-inflamasi.

Pengobatan alternatif untuk asma yang tidak ada salahnya untuk dicoba

Dalam menangani asma, tidak ada salahnya juga untuk mencoba metode pengobatan alternatif. Pengobatan alternatif kebanyakan tidak memberikan efek secara langsung, namun khasiatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Pengobatan alternatif yang bisa meringankan gejala asma antara lain:

Akupuntur

Akupuntur adalah metode pengobatan cina menggunakan jarum yang ditusukkan ke berbagai bagian tubuh. Untuk penderita asma, akupuntur dipercaya dapat meningkatkan penyaluran udara dalam tubuh dan meringankan efek asma seperti nyeri dada.

Terapi minyak esensial

Minyak esensial seperti minyak lavender dipercaya dapat meredakan sesak napas akibat asma. Namun metode ini bisa berbahaya bagi penderita asma yang sensitif terhadap bau-bauan tertentu.

Olah napas (Breathing Technique)

Salah satu contoh aktifitas olah napas adalah dengan cara melatih pernapasan hidung dan menghindari bernapas dengan mulut. Contoh lainnya adalah pernapasan perut, dimana penderita lebih banyak menggunakan otot diagframa dalam bernapas dibanding dengan menggunakan otot dada.

Yoga

Yoga merupakan olahraga yang dapat membantu mengontrol asma dengan beberapa cara. Yang pertama dengan melatih pernapasan. Selain itu, yoga juga melatih manajemen emosi dan pikiran terutama ketika panik atau stress yang dapat memicu serangan asma.

Kafein

Suatu zat dalam kafein dapat membantu melebarkan saluran pernapasan. Sebuah studi menunjukkan bahwa kafein dapat meningkatkan kinerja saluran pernapsan sampai dengan 4 jam. Jadi, penderita bisa meminum kopi atau teh saat gejala asma muncul.

Tidak perlu panik saat kambuh. Lakukan 3 hal ini ketika asma menyerang

Saat mengalami asma kambuh, kebanyakan reaksi pertama yang dirasakan adalah panik. Bukan hanya penderita saja, namun kadang juga siapapun yang berada didekat penderita pada saat itu. Reaksi pertama untuk serangan asma adalah untuk tidak panik. Selanjutnya, yang bisa dilakukan antara lain:

  1. Duduk tegak

Duduk tegak membantu saluran pernapasan agar tidak semakin menyempit.  Selain itu, duduk tegak dapat membantu penderita untuk lebih relaks.

  1. Menggunakan inhaler

Keluarkan inhaler dan pompa antara dua hingga enam kali. Jika Anda membantu seorang penderita asma yang sedang kambuh, pastikan Anda dengan mengetahui dimana letak inhaler serta memandu penderita untuk menggunakan inhaler tersebut.

  1. Menghindari pemicu untuk mencegah serangan asma lanjutan.

Jika asma disebabkan oleh suatu pemicu, pastikan penderita terbebas dari pemicu tersebut bahkan ketika serangan asma sudah mulai mereda. Misalnya, pindahkan penderita ke tempat lain dengan udara yang lebih bersih. Atau singkirkan vas bunga atau hewan piaraan yang diduga menyebabkan serangan asma tadi.

Contoh pemicu asma yang perlu diwaspadai

Apa saja pemicu kambuhnya penyakit asma pada seseorang? Setiap orang memiliki pemicu yang berbeda-beda. Mengenali pemicu asma adalah hal yang penting diketahui oleh penderita asma, sehingga kedepannya mereka dapat menghindari pemicu tersebut.

Secara umum, kambuhnya asma dapat dipicu oleh kondisi-kondisi di bawah ini:

  • Penyakit tertentu. Terutama penyakit yang berefek pada saluran pernapasan semisal flu.
  • Olahraga. Aktifitas fisik yang intensitasnya tinggi dapat menyebabkan asma.
  • Polusi dan udara kotor.
  • Aroma dari produk berbahan kimia. Hindari ruangan atau tempat kerja yang  berbau tajam.
  • Alergen. Misalnya serbuk sari bunga, bulu hewan piaraan seperti anjing dan kucing, wol, atau karpet.
  • Kondisi cuaca ekstrim. Misalnya kondisi suhu yang terlalu dingin, terlalu panas, atau terlalu lembab.
  • Emosi yang berlebihan. Hindari tertawa berlebihan, terlalu panik, atau menangis hingga sesenggukan. Emosi yang kuat dapat menyempitkan saluran pernapasan pada penderita asma.

Kesimpulan yang dapat diambil dari asma adalah, bahwa penyakit ini bisa tidak membahayakan asal penderita ditangani dengan metode pengobatan dan kontrol asma yang tepat. Perubahan pada aktifitas sehari-hari juga dapat meringankan kondisi ini.

Apa Anda punya tips tambahan untuk mengobati dan mengangani sakit asma? Pastikan Anda membagikan tips tersebut ke pembaca lain di kolom komentar. Jangan lupa juga untuk share informasi ini di media sosial, agar banyak orang semakin waspada dengan penyakit asma ini.

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like