Cara Mengobati Diabetes: Panduan Lengkap Pencegahan Dan Penanganannya

Jika ada penyakit yang paling cepat penyebarannya beberapa dekade terakhir, maka jawabannya adalah diabetes mellitus atau yang sering disebut dengan sakit kencing manis. Sebuah studi di Amerika menemukan bahwa jumlah penderita diabetes di Amerika naik dua kali lipat selama dua puluh tahun terakhir.

Di Indonesia sendiri, tercatat 10% penduduk Indonesia mengidap diabetes. Hal ini dikarenakan pola hidup masyarakat sekarang yang semakin tidak sehat, misalnya bekerja seharian di depan komputer sehingga kurang aktifitas fisik, serta populernya makanan olahan sebagai konsumsi sehari-hari.

Lalu bagaimana mengobati diabetes, atau mencegah penyakit ini datang di masa depan? Tidak ada jawaban yang pendek untuk pertanyaan ini. Diabetes adalah penyakit yang kompleks, baik dari penyebab diabetes hingga cara mengobati atau mencegah.  Di bawah ini akan dijabarkan informasi penting tentang diabetes secara menyeluruh dan cara mengobati diabetes.

Apa itu diabetes? Mengenali tipe-tipe diabetes

Diabetes adalah kondisi dimana insulin tidak bekerja dengan baik dalam menjalankan peran metabolismenya. Insulin adalah sebuah hormon yang berfungsi menyalurkan glukosa ke sel-sel tubuh. Glukosa sendiri merupakan energi yang dibutuhkan sel-sel tubuh untuk bertahan hidup dan menjalankan fungsinya. Jika proses penyaluran energi ini mengalami hambatan, efeknya akan sangat berbahaya bagi tubuh.

Nah, tidak bekerjanya insulin ini diakibatkan oleh organ pankreas yang memproduksi insulin dalam jumlah sedikit atau bahkan tidak sama sekali. Sebab lainnya adalah insulin yang menolak bekerja dengan optimal walaupun jumlahnya cukup banyak.

Berdasarkan tipenya, diabetes dikategorikan menjadi dua tipe, yaitu:

  1. Diabetes Tipe 1.

Penderita diabetes tipe 1 tidak dapat memproduksi insulin yang cukup akibat rusaknya sel-sel pembuat insulin di pankreas. Tipe 1 ini cenderung diderita oleh penderita diabetes di bawah usia 20 tahun. Diabetes ini termasuk dalam penyakit autoimun dimana sistem kekebalan tubuh menyerang pankreas. Penyakit ini bersifat bawaan dan tidak bisa dicegah. Penderita diabetes tipe 1 akan membutuhkan suntikan insulin sepanjang hidupnya.

  1. Diabetes Tipe 2

Tipe diabetes ini umumnya diderita oleh penderita dengan umur 40 tahun ke atas. Penderita diabetes tipe 2 masih memproduksi insulin, namun hormon ini tidak bekerja dengan baik. Hampir 90% dari seluruh penderita diabetes mengidap diabetes tipe 2. Diabetes ini adalah diabetes yang bisa dicegah.

Tipe-tipe diabetes lainnya antara lain prediabetes (gula darah tinggi namun belum mencapai level gula darah diabetes, dan diabetes gestational (gula darah tinggi ketika hamil).

Cek tingginya resiko diabetes dengan list lengkap ini

Para ahli masih belum menemukan persisnya mengapa pankreas dan insulin bisa menolak menjalankan fungsinya, meskipun ada beberapa indikasi yang menunjukkan genetik berpengaruh tehadap diabetes tipe 1 (namun tidak selalu). Sampai saat ini, belum ada kesimpulan khusus mengenai penyebab diabetes.

Para ahli hanya bisa merumuskan faktor-faktor yang dapat meningkatkan resiko diabetes, yaitu:

  1. Orang dengan etnis tertentu.
  2. Keluarga ada yang menderita diabetes.
  3. Obesitas atau kelebihan berat badan.
  4. Merokok.
  5. Umur yang semakin tua.
  6. Memiliki penyakit autoimun.
  7. Trauma atau luka di pankreas akibat kecelakaan atau penyakit lain.
  8. Kolestrol tinggi.
  9. Stress fisik karena sakit atau operasi.
  10. Menggunakan steroid.
  11. Pola makan yang tidak sehat.
  12. Pola hidup sendentary (jarang bergerak).
  13. Pernah menderita diabetes gestational (Diabetes ketika hamil).

Bagaimana mendeteksi gejala diabetes

Diabetes mengubah proses metabolisme normal penderita. Gejala diabetes dapat dengan mudah dikenali, yaitu dengan mendeteksi ciri-ciri diabetes berikut ini.

  • Cepat merasa haus
  • Selalu ingin buang air kecil.
  • Selalu merasa lapar.
  • Penurunan berat badan secara tiba-tiba.
  • Gampang kelelahan.
  • Pandangan kabur.
  • Infeksi jamur di bagian tertentu tubuh.
  • Luka susah sembuh.
  • Bercak gelap di kulit.

Dan terkadang ada beberapa komplikasi yang disebabkan oleh diabetes, seperti asam lambung naik, dan lain sebagainya.

Tetap hidup produktif dengan diabetes, begini cara dokter menangani pasien diabetes

Sejauh ini cara mengobati diabetes dan fokus penanganan diabetes adalah dengan menjaga kadar gula agar tetap normal. Hal ini bisa dicapai melalui metode-metode tertentu yang melibatkan berbagai pendekatan baik obat-obatan maupun perubahan pola hidup.

Terapi insulin

Terapi insulin merupakan pengobatan diabetes utama untuk penderita diabetes tipe 1. Insulin yang diproduksi secara bio-engineering berfungsi layaknya insulin alami dalam tubuh. Sebagian penderita diabetes tipe 2 juga bisa menggunakan injeksi insulin apabila terapi dengan obat-obatan dan perubahan pola hidup tidak memberikan hasil yang diinginkan.

Terapi obat-obatan

Terapi ini fokus untuk membantu insulin bekerja dengan lebih optimal. Dokter akan meresepkan obat-obatan yang dapat meningkatkan efisiensi insulin dan memicu sel untuk lebih reseptif terhadap penyerapan glukosa. Resep dokter akan disesuaikan dengan kondisi diabetes penderita.

Perubahan pada gaya hidup 

Dokter juga akan menyarankan perubahan pola hidup untuk penderita diabetes. Diantaranya adalah mengubah pola makan sehari-hari, memperbanyak olah raga, dan menurunkan berat badan. Selain itu, penderita

Monitor gula darah secara rutin

Penderita diabetes diharuskan untuk rajin cek darah. Frekuensinya berbeda untuk tiap individu, mulai dari beberapa kali setahun hingga beberapa kali sehari untuk penderita diabetes tipe 1.

Operasi penurunan berat badan

Untuk penderita dengan Body Mass Index (BMI), atau indeks masa tubuh lebih dari 35, cara mengobati diabetes dan penanganannya dapat dilakukan dengan operasi penurunan berat badan. Operasi ini disebut bariatric surgery dan dapat membantu menurunkan level gula darah secara drastis.

Obat-obatan untuk menangani diabetes

Cara mengobati diabetes yang paling umum adalah dengan menggunakan obat-obatan yang diresepkan dokter, antara lain:

  1. Metformin. Obat ini meningkatkan sensitivitas sel-sel tubuh terhadap insulin, sehingga penyerapan glukosa dapat lebih optimal. Obat ini adalah obat diabetes yang paling sering direkomendasikan dokter pertama kali setelah diagnosa.
  2. Sulfonylureas dan Meglitinides. Berfungsi untuk menaikkan jumlah insulin yang diproduksi oleh pankreas.
  3. Thiazolidinediones. Obat ini bekerja dengan menurunkan gula darah dengan membantu kinerja insulin.
  4. Alpha-glucosidase inhibitors. Berfungsi untuk menurunkan penyerapan karbohidrat dalam usus, sehingga menjaga agar gula darah tidak naik.
  5. SGLT2 inhibitors. Obat diabetes ini menghambat penyerapan glukosa di ginjal agar kadar gula darah tidak turun drastis.
  6. DPP-4 inhibitors. Berfungsi untuk mengirimkan sinyal ke tubuh agar memproduksi lebih banyak insulin, terutama ketika setelah makan.

Turunkan kadar gula darah dengan bahan-bahan alami.

Diabetes adalah penyakit dapat dikurangi dampaknya dengan bahan-bahan alami. Pada umumnya, cara mengobati diabetes dengan obat-obatan tradisional ini adalah dengan menurunkan kadar gula dalam darah.

Apa saja obat diabetes alami yang bisa Anda coba? Simak daftar di bawah ini:

  1. Cuka apel.

Cuka apel dapat membantu kadar menurunkan gula. Selain itu, cuka apel juga dapat membantu menurunkan berat badan, yang nantinya akan meringankan diabetes dalam jangka panjang.

  1. Berberine.

Berberine merupakan salah satu komponen obat tradisional cina yang dipercaya telah membantu mengatasi diabetes selama ribuan tahun. Sebuah studi menyimpulkan berberine dapat menurunkan gula darah hampir sama efektifnya dengan Metformin.

  1. Kayu manis

Kayu manis dipercaya  membantu menurunkan kadar glukosa dengan meningkatkan penyerapan dalam sel serta menurunkan produksi glukosa di liver.

  1. Fenugreek

Fenugreek adalah obat-obatan tradisional yang dapat memperlambat penyerapan karbohidrat dalam usus, yang selanjutnya akan mencegah tingginya glukosa dalam darah.

  1. Gingseng

Gingseng juga memiliki efek menurunkan gula darah terutama setelah makan. Selain itu, gingseng juga dapat meningkatkan sensitivitas sel-sel tubuh terhadap insulin, sehingga penyerapan glukosa ke dalam sel akan lebih optimal.

Kontrol pola makan dengan tips sederhana ini

Salah satu cara mengobati diabetes adalah dengan mengatur pola makan adalah hal yang sangat penting untuk penderita diabetes. Apa saja yang harus dikonsumsi dan apa yang harus dikurangi? Berikut ini adalah tips pola makan untuk menjaga kadar gula darah Anda tetap stabil.

Banyak mengonsumsi sayuran hijau

Sayuran hijau memberi asupan nutrisi penting yang dibutuhkan oleh tubuh. Namun, sayuran hijau jarang memiliki indeks glikemis tinggi sehingga tidak akan berpengaruh ke gula darah.

Kurangi makan nasi putih

Karbohidrat olahan merupakan makanan dengan indeks glikemis tinggi. Ubah konsumsi nasi putih dengan tipe beras lain yang kaya serat, misalnya nasi merah atau nasi hitam.

Konsumsi makanan kaya omega-3

Contoh bahan makanan yang mengandung omega-3 antara lain ikan sarden, ikan salmon, dan tuna. Omega-3 tidak hanya menurunkan kadar gula, namun juga kadar lemak dalam darah yang dapat meningkatkan kesehatan jantung.

Banyak mengonsumsi kacang-kacangan

Kacang-kacangan mengandung asam lemak sehat yang dibutuhkan tubuh sebagai alternatif dari karbohidrat.

Mengurangi porsi makan

Selain membantu menurunkan berat badan, mengurangi porsi di piring juga mencegah kadar gula naik secara drastis setelah makan.

Memilih minuman dan makanan yang bebas gula

Selalu rajin membaca label pada kemasan ketika berbelanja, apalagi gula adalah komponen umum dalam banyak makanan kemasan. Hal ini juga berlaku ketika memesan minuman di restoran. Penting sekali untuk selalu memilih alternatif yang bebas gula.

Diabetes merupakan penyakit kronis yang sampai sekarang belum ada obat yang dapat benar-benar menyembuhkan. Namun bukan berarti penderita diabetes tidak bisa hidup layaknya non-penderita. Dengan penanganan yang sesuai, penderita diabetes dapat menjalani hidup produkti dan normal.

Jika Anda memiliki tambahan informasi mengenai cara mengobati diabetes, silakan memberi komentar di kolom diskusi. Selain itu, jangan lupa share artikel ini di media sosial agar kesadaran masyarakat terhadap diabetes semakin tinggi.

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like