Cara Mengobati Maag: Panduan Lengkap Gejala, Penanganan, dan Pencegahannya

Penyakit maag merupakan salah satu penyakit yang paling sering diderita masyarakat umum. Walaupun sering terjadi, kadang-kadang kita tidak mengetahui secara detail apa penyebab maupun ciri-ciri penyakit maag, serta bagaimana melakukan pertolongan pertama jika hal ini terjadi.

Sakit maag, walaupun terkesan sebagai penyakit ringan, dapat menjadi akut ketika dibiarkan tanpa penanganan yang sesuai. Oleh karena itu, disini kami akan menjabarkan secara detail seluk beluk penyakit maag, mulai dari penyebab, gejala, dan menemukan obat yang sesuai.

Tidak berhenti disini saja, selain bagaimana cara mengobati maag, disini kita akan membahas berbagai metode pencegahan penyakit maag. Sehingga kedepannya penyakit maag tidak akan kambuh kembali dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Penyebab penyakit maag

Penyakit maag pada dasarnya adalah gangguan pada sistem pencernaan. Ada semacam luka di lambung akibat infeksi bakteri Helicobacter pylori. Menilik lebih jauh, luka ini dapat disebabkan oleh pemicu-pemicu di bawah ini:

#1 pola makan tidak teratur.

Kebiasaan makan tidak teratur dapat mempengaruhi produksi asam lambung di perut. Semakin tinggi produksi asam lambung, semakin mungkin poensi kita menderita sakit maag.

Selain itu, cara makan yang terburu-buru juga dapat menyebabkan sakit maag. Begitu juga dengan makan dengan jumlah porsi yang berlebihan.

#2 Jenis makanan tertentu yang menyebabkan maag

Beberapa makanan yang kita konsumsi dapat memicu atau bahkan memperparah sakit maag. Jenis-jenis makanan tersebut diantaranya makanan berminyak dan berlemak, makanan pedas, dan minuman bersoda. Kafein dalam kopi serta minuman beralkohol juga dapat memicu sakit maag.

#3 Stress

Kondisi pikiran yang penuh tekanan dapat mempengaruhi produksi asam di lambung. Stress merupakan salah satu pemicu penyakit maag. Dan biasanya stress juga memicu pola makan tidak sehat yang dapat semakin memperparah maag.

#4 Penyakit khusus

Penyakit khusus semisal asam lambung, radang pankreas, dan batu empedu juga dapat menyebabkan sakit maag. Sakit maag juga merupakan salah satu gejala kanker lambung.

#5 Efek samping obat-obatan tertentu.

Obat-obatan seperti antibiotik dan obat antiinflamasi seperti ibuprofen dan diclofenac dapat menyebabkan sakit maag.

Bagaimana mengenali sakit maag, segera hubungi dokter jika mendeteksi gejala-gejala tertentu.

Secara umum, penyakit maag ditandai dengan rasa pedih di bagian kiri atas perut, dimana organ lambung berada. Sakit maag juga disertai oleh perasaan sesak dan mual, serta nafsu makan yang menurun, keringat dingin, sering bersendawa, dan sakit kepala.

Sakit maag juga dapat mempengaruhi kualitas tidur penderita. Insomnia merupakan hal yang mungkin terjadi saat sakit maag. Selain itu, berkurangnya nafsu makan juga dapat diikuti oleh turunnya berat badan.

Ada juga gejala-gejala sakit maag yang patut diwaspadai, jika hal-hal dibawah ini terjadi, segera hubungi dokter untuk pertolongan lebih lanjut:

  1. Mual dan muntah secara berlebihan dan terus menerus.
  2. Terdapat muntahan yang mengandung darah.
  3. Susah bernapas.
  4. Nyeri yang tak tertahankan.
  5. Buang air besar yang mengandung darah.

Mengenali tipe penyakit maag

Berdasarkan gejala-gejala yang telah diterangkan dalam poin sebelumnya, penyakit maag dapat dikategorikan dalam tiga tingkatan, yaitu:

Sakit maag ringan.

Maag ringan biasanya muncul sesekali akibat pola makan yang tidak sehat. Fase ini ditandai dengan rasa perih dibagian perut dan kebanyakan dapat segera hilang setelah meminum obat maag yang beredar di pasaran.

Maag sedang.

Maag sedang biasanya diikuti dengan perasaan mual dan rasa nyeri yang tak tertahankan. Tipe ini dapat mengganngu aktifitas sehari-hari dan mengakibatkan susah tidur (insomnia). Jika Anda merasa obat di apotek tidak lagi manjur, ada baiknya berkonsultasi ke dokter untuk pengobatan yang lebih tepat.

Maag kronis atau akut.

Maag tipe kronis tidak hanya memberikan rasa sakit yang luar biasa, namun juga memiliki frekuensi sering (terjadi hampir tiap hari atau tiap saat), dan disertai gejala-gejala kronis seperti muntah atau berak darah. Segera hubungi dokter jika Anda merasa ciri ciri sakit maag yang diderita sudah kronis dan menurunkan kualitas hidup Anda secara drastis.

Begini cara meredakan penyakit maag

Karena penyakit maag merupakan salah satu penyakit umum yang diderita masyarakat, cara mengobati sakit maag pun terbilang mudah, terutama untuk maag ringan dan sedang. Obat sakit maag dapat dengan mudah dibeli di apotek terdekat.

Berikut ini adalah macam-macam obat sakit maag:

  1. Antasida: Antasida adalah obat yang berfungsi menetralisir kelebihan asam di lambung. Biasaya obat ini mengandung kalsium karbonat, magnesium hidroksida, atau sodium bicarbonat.
  2. H2 receptor antagonist (H2RA): Obat tipe H2RA juga berfungsi untuk mengurangi produksi asam lambung. Contoh obat H2RA antara lain famotidine, cimetidine, dan ranitidine
  3. Proton pump inhibitors (PPI): Untuk maag yang memiliki gejala seperti nyeri ulu hati, penanganan yang dilakukan adalah dengan obat-obatan PPI seperti omeprazole dan pantoprazole.
  4. Antibiotik: Antibiotik dapat memerangi perkembangbiakan Helicobacter pylori dalam lambung. Contoh antibiotik yaitu amoxicillin dan tetracycline.

Bagaimana memilih obat sakit maag yang sesuai? Pertama, kenali penyebab sakit maag Anda. Misalnya, untuk kelebihan asam lambung, Antasida dan  H2 receptor antagonist merupakan pilihan yang tepat. Antibiotik biasanya diresepkan oleh dokter jika berdasarkan hasil tes, ditemukan kadar bakteri yang tinggi di lambung penderita.

Cara mengobati maag dengan bahan-bahan alami

Tidak perlu terburu-buru ke apotik atau ke dokter, selama penyakit maag tergolong ringan, penderita dapat menggunakan bahan-bahan alami untuk meringankan sakit ini. Bahan-bahan tersebut bahkan mungkin saja sudah tersedia di rumah Anda. Berikut ini cara mengobati sakit maag menggunakan  bahan-bahan alami:

  1. Minum air putih

Ya, dengan minum air putih, penderita dapat menetralisir kelebihan asam pada lambung. Selain itu, air putih dapat membersihkan lambung dari bakteri yang menimbulkan maag.

  1. Konsumsi pisang dan sayuran hijau.

Pisang memiliki kandungan potassium tinggi yang bersifat basa. Oleh karena itu, makan pisang dapat menetralkan asam di lambung. Selain pisang, sayuran hijau seperti kubis juga memiliki kadar basa yang tinggi. Oleh karena itu, minum jus sayuran hijau juga merupakan remedi untuk sakit maag.

  1. Meredakan sakit maag dengan madu.

Sifat madu yang anti-bakteri diyakini dapat menangkal H. pylori, bakteri yang menyebabkan sakit maag. Cukup konsumsi madu rutin setiap hari untuk mengobati sakit maag Anda.

  1. Obat tradisional sakit maag: Kunyit.

Rempah tradisional Indonesia ini juga bersifat anti-bakteri. Selain itu, kunyit memiliki zat-zat anti-inflamasi untuk memperkuat dinding lambung dan melindunginya dari iritasi akibat inflamasi.

Sebuah studi menunjukkan bahwa konsumsi 600 mg kunyit lima kali sehari selama 12 minggu, dapat menyembuhkan 76% penderita maag yang berpartisipasi dalam studi kasus tersebut.

  1. Terapi maag dengan lidah buaya

Lidah buaya juga merupakan obat maag alami. Lidah buaya dapat membantu menyembuhkan luka pada dinding lambung. Studi membuktikan, bahwa lidah buaya memiliki hasil yang sama efektifnya dengan Omeprazole, salah satu obat sakit maag. Anda dapat mengolah lidah buaya menjadi jus atau es lidah buaya untuk menangkal maag.

Hindari kebiasaan buruk ini agar maag tidak semakin parah

Jika Anda tahu bahwa Anda sangat rentan terhadap penyakit maag atau dalam masa penyembuhan, penting sekali untuk mengetahui kebiasaan buruk yang beresiko tinggi untuk membuat sakit maag semakin parah. Aktifitas – aktifitas tersebut antara lain: 

  1. Merokok

Merokok tidak pernah memberikan manfaat positif untuk kesehatan, terutama untuk lambung Anda. Perokok berat juga memiliki resiko lebih tinggi menderita sakit maag dibanding non-perokok. Jadi, sangat disarankan untuk berhenti merokok agar iritasi di lambung tidak semakin akut.

  1. Minuman beralkohol dan minuman bersoda

Minuman beralkohol dapat semakin memperparah luka di lambung. Alkohol dapat menimbulkan inflamasi yang bisa menghambat proses penyembuhan sakit maag.

Layaknya alkohol, minuman bersoda juga memberikan efek yang buruk pada lambung. Jika Anda gemar dengan minuman bersoda, kurangi konsumsi untuk mengistirahatkan lambung.

  1. Tidak makan

Saat perut dilanda nyeri, memang hal terakhir yang kita inginkan adalah mengisi perut. Namun membiarkan perut kosong juga bukan ide yang bagus. Tetaplah makan walaupun sedikit, yang penting cukup memenuhi kebutuhan nutrisi, yang nantinya akan membantu menyembuhkan peradangan dan meningkatkan imunitas lambung terhadap bakteri penyebab maag.

Contoh gaya hidup sehat agar penyakit maag tidak kambuh kembali

Istilah “lebih baik mencegah daripada mengobati” juga berlaku untuk sakit maag. Selain pengobatan, penanganan untuk sakit maag juga harus disertai dengan gaya hidup yang mendukung. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir kambunhya penyakit maag di masa depan.

Berikut cara mengatasi maag kambuh kembali dengan pola hidup yang lebih sehat:

  1. Makan dengan porsi kecil. Hindari makan dengan porsi berlebihan agar lambung tidak kewalahan dalam mencerna makanan. Selain itu, dianjurkan untuk tidak terburu-buru saat mengunyah dan menelan makanan.
  2. Menghindari makanan yang memicu sakit maag. Setiap orang memiliki pemicu yang berbeda-beda soal sakit maag. Namun kebanyakan, tipe-tipe makanan yang harus dihindari adalah makanan asam ketika perut kosong, makanan pedas, asam, atau berminyak. Beberapa orang juga lebih sensitif terhadap makanan yang memiliki komposisi gula tinggi atau mengandung gluten.
  3. Mengelola stress. Stress dapat memicu naiknya hormon kortisol yang nantinya akan mengirim sinyal ke lambung untuk menaikkan kadar asam. Selain itu, stress dapat menurunkan imunitas tubuh terhadap bakteri-bakteri jahat, termasuk bakteri penyebab maag H. pylori. Untuk memanajemen stress dengan baik, lakukan rutinitas positif semisal meditasi dan olah napas.
  4. Berolahraga. Berolahraga dapat meningkatkan imunitas tubuh, menurunkan berat badan, dan memicu tubuh untuk mengeluarkan hormon-hormon yang bermanfaat mencegah stress.
  5. Mengenakan pakaian yang longgar. Pakaian yang ketat akan menekan perut dan dapat menghambat kinerja lambung. Hal ini dapat menaikkan resiko sakit maag.
  6. Membaca kontra-indikasi obat. Jika Anda sedang mengonsumsi obat-obatan untuk kondisi kesehatan lainnya, beberapa obat anti-inflamatory justru dapat memicu sakit maag. Usahakan untuk selalu membaca kontra indikasi suatu obat, serta konsultasikan dengan dokter mengenai alternatif yang lebih aman.

Dari penjelasan diatas, bisa disimpulkan bahwa mengobati sakit maag merupakan kombinasi dari pengobatan medis dan gaya hidup yang tepat. Bahkan, bisa dikatakan pola hidup yang sehat adalah jauh lebih penting dari obat-obatan, terutama untuk mencegah maag kambuh lagi.

Apakah Anda memiliki informasi tambahan atau bahkan pengalaman mengenai sakit maag? Silakan tinggalkan komentar dan feedback di kolom diskusi di bawah ini. Silakan share artikel ini di social media. Siapa tahu ada teman atau keluarga anda yang juga membutuhkan informasi mengenai cara-cara mengobati dan mencegah sakit maag.

107 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like